Text
SKRIPSI PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 MAGELANG
Keterampilan menulis teks argumentasi menjadi salah satu kompetensi yang menuntut siswa untuk menghasilkan tulisan yang logis, kritis, dan kreatif. Namun, berdasarkan hasil observasi, siswa mengalami kesulitan dalam menulis teks argumentasi yang padu. Salah satu penyebabnya karena kurangnya pemahaman terhadap aspek kohesi dan koherensi. Maka dari itu, diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan analisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif berbasis articulate storyline, (2) menghasilkan prinsip pengembangan multimedia interaktif berbasis articulate storyline, dan (3) menghasilkan multimedia interaktif berbasis articulate storyline untuk meningkatkan keterampilan menulis teks argumentasi yang kohesif dan koheren. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode R&D model ADDIE yang dikemukakan oleh Robert Maribe Branch. Tahapan pengembangan menurut Branch meliputi, analysis, design, development, implementation, evaluation. Penelitian ini hanya terbatas sampai dengan tahap development. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, wawancara, dan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa penggunaan media ajar masih terbatas pada buku teks, LKS, dan salindia. Berdasarkan analisis kebutuhan diperlukan media ajar pendukung yang dapat digunakan untuk berlatih secara terus menerus dan dapat digunakan secara fleksibel, salah satunya multimedia interaktif berbasis articulate storyline. Adapun prinsip pengembangan media yang diterapkan dalam pengembangan meliputi prinsip Spatial Contiguity, prinsip Coherence, prinsip redudance, dan prinsip segmenting. Tahap pengembangan dimulai dari tahap penyusunan desain materi, desain flowchart, pembuatan storyboard, validasi ahli, dan revisi produk. Produk yang telah dikembangkan dilakukan uji validasi ahli materi dan ahli media. Hasilnya, presentase skor kelayakan materi pada aspek pembelajaran sebesar 97,7% dan pada aspek materi pembelajaran sebesar 96,4%. Presentase skor kelayakan media pada aspek antarmuka sebesar 96%, aspek navigasi sebesar 100%, dan pada aspek daya tahan sebesar 100%. Berdasarkan skor yang diperoleh multimedia interaktif yang telah dikembangkan dikategorikan sangat baik, sehingga sangat layak digunakan pada pembelajaran.
Tidak tersedia versi lain