Text
SKRIPSI REPRESENTASI POLITIK PEMBERITAAN ANIES BASWEDAN PADA PILPRES 2024 DALAM TEMPO.CO DAN KOMPAS.COM: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI MODUL AJAR TEKS BERITA KELAS VII SMP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran media massa dalam membentuk persepsi
publik terhadap isu politik melalui konstruksi wacana yang disajikan dalam teks
berita. Pada masa Pilpres 2024, pemberitaan mengenai Anies Baswedan di media
daring Tempo.co dan Kompas.com menunjukkan adanya perbedaan cara media
membentuk realitas politik, khususnya terkait isu hukum, keadilan, etika, dan
kekuasaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan struktur makro,
superstruktur, struktur mikro, kognisi sosial, dan konteks sosial yang terdapat dalam
pemberitaan Anies Baswedan pada Pilpres 2024 dalam Tempo.co dan Kompas.com
berdasarkan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk, (2) mengetahui
perbandingan representasi politik sosok Anies Baswedan serta ideologi yang
terdapat dalam pemberitaan Anies Baswedan pada Pilpres 2024 dalam Tempo.co
dan Kompas.com berdasarkan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori analisis
wacana kritis model van Dijk. Penyediaan data dilakukan dengan metode baca dan
teknik catat dilanjutkan pengodean. Metode dan teknik analisis data menggunakan
skema analisis wacana van Dijk terdiri atas dimensi teks dengan metode critical
linguistics, kognisi sosial dengan metode analisis deskriptif, dan konteks sosial
dengan metode studi pustaka serta penelusuran sejarah.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh beberapa temuan, yaitu: (1) pada
dimensi teks, kedua media sama-sama menyoroti isu hukum, demokrasi,
ketidakadilan dan kekuasaan, tetapi Tempo.co lebih menekankan kritik terhadap
relasi hukum dan kekuasaan, sebaliknya Kompas.com menonjolkan aspek keadilan
dan etika; (2) Pada dimensi kognisi sosial, kedua media menempatkan Anies
Baswedan sebagai aktor utama dengan perbedaan fokus pada kritik elite politik di
Tempo.co dan etika pemerintahan di Kompas.com; serta (3) pada dimensi konteks
sosial, kedua media memanfaatkan akses informasi dari debat capres KPU, tetapi
mengonstruksi wacana sesuai fokus pemberitaan masing-masing.
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua media, Tempo.co dan
Kompas.com sama-sama mendukung nilai demokrasi dan penegakan hukum, tetapi
Tempo.co cenderung membangun wacana yang lebih kritis terhadap kekuasaan
politik, sedangkan Kompas.com lebih menekankan pentingnya keadilan dan etika
sebagai fondasi kehidupan demokrasi.
Tidak tersedia versi lain