Text
SKRIPSI CAMPUR KODE PADA PROSES TRANSAKSI DI PASAR KLIWON KOTA TEMANGGUNG DAN IMPLEMENTASINYA DI DALAM PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI KELAS X SMA
Di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen, interaksi sosial yang terjadi tidak
hanya melibatkan satu bahasa, melainkan berbagai bahasa yang digunakan secara
bergantian sesuai konteks dan situasi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya
dalam interaksi jual beli di Pasar Kliwon Temanggung, serta mengimplementasikan
hasilnya sebagai bahan ajar teks negosiasi kelas X SMA. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak, teknik Simak
Bebas Libat Cakap (SBLC), Simak Libat Cakap (SLC), dan teknik sadap sebagai
teknik pengumpulan data. Analisis data berlandaskan teori bentuk campur kode
menurut Chaer (2010) dan faktor campur kode menurut Nababan (1984). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa campur kode terjadi pada tiga tataran, yaitu tataran
kata, tataran frasa, dan tataran klausa yang berupa penyisipan unsur bahasa Jawa ke
dalam tuturan berbahasa Indonesia. Faktor penyebab campur kode meliputi situasi
komunikasi yang informal, kebiasaan penutur, keinginan penutur untuk
menunjukkan keterpelajaran, dan ketiadaan padanan kata dalam bahasa Indonesia,
dengan situasi informal sebagai faktor dominan. Hasil penelitian kemudian
diimplementasikan dalam bentuk handout pembelajaran teks negosiasi kelas X
SMA yang berbasis data autentik dari Pasar Kliwon Temanggung.
Tidak tersedia versi lain