Text
SKRIPSI MULTILINGUALISME DALAM PERCAKAPAN KELUARGA ARSY PADA AKUN INSTAGRAM @ARSY IN SWISS DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BERBICARA PUBLIK PADA TEKS DRAMA SISWA KELAS XI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Multilingualisme dalam percakapan keluarga pada unggahan akun Instagram, yaitu pada akun @Arsy In swiss. Akun ini menjadi sorotan publik karena menampilkan kegiatan anak perempuan dan laki laki dari seorang ibu asal kediri Jawa Timur dan ayah berasal dari swiss, anak tersebut bernama Mirjeta dan Beshmir. Akun ini dikenal melalui unggahan vlog keluarga yang menampilkan interaksi antara ibu dan anak dengan melibatkan tiga bahasa, yakni: bahasa Indonesia, bahasa Jerman, dan bahasa Jawa. Pergantian bahasa menunjukkan alih kode (code switching) dan campur kode (code mixing) atau praktik Multilingualisme yang terjadi secara alami berdasarkan konteks percakapan. Rumusan masalah dalam penelitian berupa apa bentuk Multilingualisme yang terdapat dalam percakapan keluarga arsy dalam akun Instagram @Arsy in swiss dam bagaimana implementasi dalam pembelajaran berbicara publik pada teks drama yang dikembangkan dari fenomena Multilingualisme. Penelitian ini menggunakan metode simak dan catat sebagai sebagai penyediaan data. Metode ini di implementasikan dalam penelitian percakapan keluarga arsy pada akun Instagram @arsy In swiss dengan menyimak isi percakapan pada unggahan video dan mencatat tuturan yang mengandung penggunaan lebih dari dua bahasa (multilingualisme). Hasil penelitian ditemukan 6 data percakapan bentuk Multilingualisme Alih kode dan 9 data percakapan bentuk Multilingualisme Campur kode. hasil identifikasi bahasa yang digunakan dalam percakapan antara Mirjeta, Papa Mirjeta, dan Arsy tergolong Multilingualisme alih kode. Dengan melibatkan 3 bahasa dalam satu percakapan yaitu Bahasa Jerman, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa. Mirjeta yang berbicara menggunakan bahasa jawa, kemudian disambung oleh Papa Mirjeta dengan bahasa jerman fenomena ini merupakan Multilingualisme alih kode. Penggunaan dua bahasa dalam satu percakapan menyebabkan seseorang berkemampuan menggunakan bahasa lebih dari dua. Hasil data menunjukkan kemampuan Mirjeta dan arsy dalam percakapan tersebut mampu berkomunikasi menggunakan tiga bahasa. Adapun bahasa yang digunakan pada percakapan tersebut yaitu Bahasa Jerman, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa.
Tidak tersedia versi lain