Text
SKRIPSI PRINSIP KESANTUNAN PADA FILM BOLEHKAH SEKALI SAJA KUMENANGIS DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI MODUL AJAR MENULIS TEKS DRAMA KELAS XI SMA
Kesantunan berbahasa berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang harmonis. Film merupakan bentuk representasi kehidupan yang menampilkan berbagai bentuk penggunaan bahasa dalam interaksi antartokoh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada percakapan film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis dan implementasinya sebagai modul ajar menulis teks drama kelas XI SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskritif kualitatif. Data diperoleh menggunakan metode simak teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 27 data pematuhan prinsip kesantunan berbahasa yang terdiri atas maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kearifan, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Selain itu, ditemukan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa ditemukan 20 data yang terdiri atas pelanggaran maksim pujian, pelanggaran maksim kerendahan hati, pelanggaran maksim kearifan, pelanggaran maksim kesepakatan, dan pelanggaran maksim kesimpatian. Hasil penelitian kemudian diimplementasikan menjadi sebuah modul ajar menulis teks drama kelas XI SMA yang disesuiakan dengan capaian pembelajaran dengan tujuan peserta didik dapat menulis teks drama sederhana dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya.
Tidak tersedia versi lain