Text
SKRIPSI GAMBARAN HISTOMORFOLOGI USUS IKAN BEONG (Hemibagrus nemurus) YANG DIBERI KOMBINASI MINYAK NABATI DAN HEWANI DALAM PAKAN
ABSTRAK
Gambaran Histomorfologi Usus Ikan Beong (Hemibagrus nemurus) yang diberi Kombinasi Minyak Nabati dan Hewani dalam Pakan
Sultan Jibran Risqulloh*, Tholibah Mujtahidah, Muh Azril
Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar Jl. Kapten Suparman No 39, Magelang Utara, Magelang, Jawa Tengah , Indonesia
*Korespondensi : sultan.jibran.risqulloh@students.untidar.ac.id
Ikan beong (Hemibagrus nemurus) merupakan ikan endemik Sungai Progo yang menjadi komoditas perikanan air tawar unggulan di wilayah Magelang, namun saat ini mengalami kendala pertumbuhan yang relatif lambat. Pertumbuhan tersebut sangat dipengaruhi oleh efisiensi sistem pencernaan dalam menyerap nutrisi dari pakan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan kombinasi sumber lipid terhadap performa makromorfologi dan mikromorfologi usus ikan beong guna menentukan formulasi pakan yang paling optimal bagi kesehatan saluran pencernaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari P1 (minyak ikan + minyak maggot), P2 (minyak ikan + minyak sawit), P3 (minyak ikan + minyak jagung), dan P4 (kontrol). Parameter yang diamati meliputi parameter makromorfologi usus berupa berat usus dan panjang usus, serta parameter mikromorfologi (histologi) yang mencakup diameter usus, ketebalan dinding usus, luas permukaan vili, dan jumlah vili usus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji Analysis of Variance (ANOVA), uji Pearson, dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sumber nutrisi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap struktur mikromorfologi usus, terutama pada jumlah dan luas permukaan vili. Perlakuan P1 memberikan hasil terbaik dengan rata-rata jumlah vili terbanyak (29 buah) dan dimensi vili yang paling proporsional. Pada perlakuan P2 dan P4 memiliki rerata jumlah vili sama tapi luas permukaan terluas atau tidak ideal , sementara P3 juga memiliki bentuk usus yang tidak proporsional. Perlakuan P1 dinyatakan sebagai perlakuan terbaik karena mampu menstimulasi proliferasi sel mukosa secara optimal, menciptakan sistem pencernaan yang lebih produktif untuk mendukung performa pertumbuhan ikan beong dibandingkan perlakuan lainnya.
Kata kunci: Beong, Minyak, Pakan, Usus
Tidak tersedia versi lain