Text
SKRIPSI IMPLIKASI SUPLEMENTASI ZEOLIT PADA PAKAN TERHADAP KUALITAS AIR DAN PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) DALAM ZERO WATER EXCHANGE SYSTEM
ABSTRAK
ERLIN SYAFINA. Implikasi Suplementasi Zeolit pada Pakan terhadap Kualitas Air dan Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias gariepinus) dalam Zero Water Exchange System. Dibimbing oleh MUH. AZRIL dan AVISHA FAUZIAH ERZAD.
Ikan lele merupakan komoditas budidaya dengan permintaan yang terus meningkat di Indonesia. Hal ini mengakibatkan produksi ikan lele meningkat. Peningkatan produksi menyebabkan kebutuhan air dan lahan semakin besar sehingga diperlukan teknologi budidaya yang lebih efisien, salah satunya zero water exchange system. Namun, sistem ini berpotensi menimbulkan akumulasi limbah organik sehingga diperlukan penambahan zeolit sebagai solusi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh persentase suplementasi zeolit pada pakan terhadap kualitas air dan kinerja pertumbuhan ikan lele yang dipelihara dalam zero water exchange system. Penelitian dilakukan selama 45 hari menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat perlakuan (kontrol, 1%, 3%, dan 5%) serta empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, TAN, DO, berat mutlak, panjang mutlak, specific growth rate (SGR), jumlah konsumsi pakan (JKP), feed conversion ratio (FCR), survival rate (SR), dan hepatosomatic index (HSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zeolit tidak berpengaruh terhadap kualitas air, JKP, SR, dan HSI, tetapi berpengaruh terhadap berat mutlak, panjang mutlak, SGR, dan FCR. Perlakuan P2 (3%) menghasilkan berat mutlak 27,63 g, panjang mutlak 6,62 cm, SGR 3,15%/hari, dan FCR 1,10. Dengan demikian, suplementasi zeolit 3% dapat menjadi acuan dalam pengelolaan pakan ikan lele.
Kata kunci: ikan lele, kualitas air, pertumbuhan, zeolit, zero water exchange
Tidak tersedia versi lain