Text
SKRIPSI KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG (KJA) IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DI WADUK ROWO JOMBOR, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH
ABSTRAK
NAUFAL NUR FAUZAN. Kualitas Air Untuk Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Di Waduk Rowo Jombor, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dibimbing oleh WALUYO, S.PI., M.SI. dan WIDYANTI OCTORIANI, S.PI., M.SI.
Waduk Rowo Jombor dimanfaatkan untuk budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy) dengan sistem keramba jaring apung (KJA), namun mengalami penurunan kualitas air akibat limbah warung apung dan aktivitas KJA sehingga perlu dikaji status kualitas air pascarevitalisasi 2021. Penelitian ini bertujuan mengetahui Indeks Pencemaran dan sebaran spasial parameter kualitas air serta kesesuaian kualitas air untuk budidaya KJA ikan gurami. Metode survei dengan teknik purposive sampling digunakan pada lima stasiun dengan dua ulangan sampel, dianalisis deskriptif kuantitatif menggunakan metode STORET dan National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSF WQI). Rata-rata suhu, padatan terlarut, padatan tersuspensi, pH, oksigen terlarut, nitrat, dan fosfat memenuhi baku mutu, sedangkan kebutuhan oksigen biokimia sebesar 16,86 mg/L dan kebutuhan oksigen kimiawi sebesar 69,61 mg/L melebihi ambang batas, serta total coliform 4.279,20 MPN/100 mL. Temuan utama menunjukkan kedua metode indeks menghasilkan kategori berbeda: STORET memberi skor -50 (cemar berat), sedangkan NSF WQI memberi Indeks Kualitas Air rata-rata 71,51 (sedang), yang menunjukkan sensitivitas berbeda terhadap bahan organik. Secara spasial, bagian utara dan barat waduk lebih layak untuk budidaya karena beban organik lebih rendah dibanding bagian tengah hingga selatan. Hasil ini mengimplikasikan perlunya pengelolaan pakan yang efisien, evaluasi zonasi KJA, dan pemantauan kualitas air berkala untuk keberlanjutan budidaya ikan gurami.
Kata kunci: budidaya ikan gurami, Indeks Kualitas Air, kualitas air, STORET, Waduk Rowo Jombor.
Tidak tersedia versi lain