Text
ANALISIS KUALITAS AIR DI SUNGAI PROGO UNTUK SUMBER AIR BUDIDAYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG), KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH
ABSTRAK
AZMI NUR ‘ABID. Analisis Kualitas Air Di Sungai Progo Untuk Sumber Air Budidaya Dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dibimbing oleh WALUYO, S.Pi., M.Si. dan ANDRI NOFREEANA, S.Pi., M.Sc.
Sungai Progo merupakan salah satu sumber daya perairan yang memiliki peran penting bagi kebutuhan irigasi, domestik, pertanian, dan budidaya perikanan. Aktivitas manusia di sepanjang daerah aliran sungai berpotensi menurunkan kualitas air sehingga diperlukan analisis kualitas air untuk mengetahui tingkat kelayakan perairan sebagai sumber air budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Progo berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, menentukan tingkat pencemaran air, serta memetakan distribusi spasial kualitas air menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada enam titik stasiun. Analisis spasial dilakukan menggunakan aplikasi ArcGIS 10.8 dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Penentuan status mutu air dilakukan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSF-WQI). Parameter yang dianalisis meliputi suhu, kekeruhan, pH, dissolved oxygen (DO), biological oxygen demand (BOD), total dissolved solids (TDS), total suspended solids (TSS), amonia, nitrat, fosfat, dan fecal coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berkisar antara 25,8– 26,7°C dan nilai DO berkisar 6,46–6,98 mg/L yang masih mendukung kehidupan organisme akuatik. Namun, nilai BOD sebesar 6,28–7,04 mg/L dan TSS sebesar 104–156,35 mg/L melebihi baku mutu untuk budidaya perikanan. Hasil analisis Indeks Pencemaran menunjukkan sebagian besar stasiun berada pada kategori tercemar sedang dengan nilai IP berkisar 4,89–5,65. Hasil pemetaan spasial menunjukkan adanya perbedaan distribusi kualitas air pada setiap stasiun pengamatan. Secara umum, kualitas air Sungai Progo masih berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air budidaya perikanan, namun memerlukan pengelolaan lingkungan dan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Kualitas Air, Sungai Progo, Sistem Informasi Geografis (SIG), Indeks Pencemaran (IP), NSF-WQI.
Tidak tersedia versi lain